Bacaan Hari Ini:
"Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan."
Yeremia 29:11
Real Talk: Bisikan di Tengah Malam yang Sepi
Pernahkah kamu duduk sendirian di sudut kamar, menatap jendela atau bahkan menatap benda tajam di depanmu, lalu sebuah suara halus mulai berbisik di kepalamu?
"Dunia bakal lebih tenang kalau nggak ada kamu."
"Kamu cuma beban buat orang tua."
"Nggak ada yang bakal nyariin kalau kamu pergi."
"Capek kan? Selesaiin aja semuanya sekarang. Tidur aja yang lama."
Rasa ingin menyerah bukan berarti kamu orang yang jahat atau tidak beriman. Itu adalah tanda bahwa kamu sedang memikul beban yang terlalu berat untuk pundakmu yang sendirian. Saat depresi menyergap, rasanya seperti terjebak di dalam sumur yang dalam, gelap, dan licin. Kamu berteriak tapi suaramu hilang. Kamu merasa ceritamu sudah sampai di halaman terakhir. Kamu merasa duniamu sudah di titik (.). Habis. Selesai.
Tapi, tahukah kamu bahwa ada satu simbol kecil yang sangat kuat bernama Titik Koma (;)? Penulis menggunakan titik koma ketika mereka sebenarnya bisa saja mengakhiri sebuah kalimat dengan tanda titik, namun mereka memilih untuk tidak melakukannya. Mereka memilih untuk melanjutkan kalimat itu.
The Truth: Penulis Hidupmu Masih Memegang Pena
Iblis sangat ingin kamu percaya bahwa ceritamu sudah tamat. Dia ingin kamu menaruh tanda titik di hidupmu sekarang juga. Tapi Yeremia 29:11 adalah janji yang sangat tegas dari Tuhan. Rancangan-Nya untukmu adalah damai sejahtera, bukan kecelakaan. Tuhan tidak pernah merancang hidupmu untuk berakhir di dalam kegelapan kamarmu.
Kalau hari ini kamu merasa sudah tidak sanggup lagi, ingatlah ini: Kamu bukanlah penulis dari hidupmu sendiri. Tuhanlah Penulisnya. Dan Sang Penulis itu belum selesai menuliskan bab-bab indah untukmu.
Saat kamu merasa ingin mengakhiri semuanya, Tuhan datang dan mengganti tanda titik itu menjadi titik koma. Dia berkata, "Belum, Nak. Belum waktunya berhenti. Kalimatmu masih panjang. Masih ada bab tentang pemulihan, bab tentang tawa yang tulus, dan bab tentang bagaimana kamu akan menolong orang lain yang juga sedang terluka." Kamu sangat berharga, bahkan di saat kamu merasa paling tidak berharga sekalipun. Dunia tidak akan lebih baik tanpamu; dunia akan kehilangan salah satu mahakarya Tuhan yang paling indah jika kamu menyerah sekarang.
💌 Surat Kecil dari Bapa
"Anak-Ku, tolong... letakkan apapun yang sedang kamu pegang. Tataplah ke luar jendela sejenak. Aku ada di sana. Aku melihat betapa hancurnya hatimu dan betapa sesaknya napasmu saat ini.
Jangan dengarkan kebohongan yang bilang bahwa Aku tidak mempedulikanmu. Aku mencatat setiap tetes air matamu. Jangan biarkan kegelapan malam ini mencuri hari esokmu. Aku masih punya banyak rencana untukmu ada orang-orang yang belum kamu temui yang butuh senyumanmu, ada tempat-tempat yang belum kamu kunjungi, dan ada kemenangan yang sedang Kupersiapkan untukmu.
Jangan akhiri kalimatmu dengan titik. Percayalah pada Pena-Ku. Genggam tangan-Ku, kita akan melewati bab yang gelap ini bersama-sama. Bertahanlah satu napas lagi, Nak. Aku benar-benar belum selesai dengan hidupmu."
🔥 Langkah Kecil Hari Ini
1. Bicara pada Seseorang: Jika pikiran untuk menyerah itu datang lagi, jangan simpan sendiri. Telepon teman, kakak pembina, atau orang dewasa yang kamu percaya. Katakan, "Aku lagi nggak baik-baik saja, tolong temenin aku."
2. Cari Tanda "Titik Koma" di Sekitarmu: Ingatlah bahwa setiap tarikan napasmu saat ini adalah bukti bahwa Tuhan masih mau ceritamu berlanjut. Itu adalah titik komamu.
3. Hapus "Peralatan" yang Berbahaya: Jika ada hal-hal di sekitarmu yang memancingmu untuk menyakiti diri sendiri, jauhkan atau buang hal itu sekarang juga. Lindungi dirimu seperti Tuhan melindungimu.
🙏 Doa:
Tuhan Yesus, malam ini terasa sangat gelap dan aku merasa tidak sanggup lagi. Bisikan untuk menyerah terasa begitu kuat. Bapa, tolong pegang tanganku. Jangan biarkan aku menaruh tanda titik di hidupku. Ganti rasa sakitku menjadi titik koma. Aku mau percaya bahwa Engkau masih punya rencana yang indah untukku, meskipun saat ini aku belum bisa melihatnya. Berikan aku kekuatan untuk bertahan satu hari lagi. Amin.