Bacaan Hari Ini:
"Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu."
Yeremia 29:7
Real Talk: Kaum Rebahan yang Suka Mengkritik
Sebagai anak muda yang melek informasi, kita gampang banget melihat kekurangan di sekitar kita.
Kita mengkritik fasilitas kota yang kurang memadai. Kita mengeluh melihat brand atau citra kota kita yang rasanya kurang terekspos dibanding kota besar lainnya. Kita juga sering gemas melihat komunitas di sekitar kita mungkin teman-teman kampus, rekan kerja, atau bahkan kumpulan anak muda dan remaja di gereja yang rasanya jalan di tempat dan kurang ada sarana untuk pertumbuhan karakternya.
Reaksi paling gampang saat melihat kekurangan itu adalah: Mengeluh dan Menjauh.
"Udahlah, emang kotanya begini."
"Biarin aja pengurusnya yang mikir, aku cuma anggota."
Kita sering bertingkah seperti "tamu" atau "penumpang" di kota dan komunitas kita sendiri. Kalau ada fasilitas yang rusak, kita protes ke supirnya. Kalau perjalanannya nggak nyaman, kita ancam mau turun dan pindah ke kendaraan lain.
Tapi ingat, identitasmu sekarang bukan sekadar penumpang. Kamu adalah Ahli Waris. Seorang ahli waris Kerajaan tidak lari dari masalah; dia membawa solusi dari Bapanya untuk membereskan masalah tersebut.
The Truth: Kamu Adalah Solusi dari Surga
Saat bangsa Israel dibuang ke Babel (sebuah kota asing yang tidak mengenal Tuhan), Tuhan tidak menyuruh mereka berdiam diri di dalam gua sambil menunggu diselamatkan. Tuhan justru menyuruh mereka: "Usahakan kesejahteraan kota itu."
Bapa menempatkanmu di mana kamu berada hari ini bukan karena kebetulan.
Kalau Tuhan menaruhmu di Kediri, itu berarti Dia punya rencana supaya kamu membawa kesejahteraan dan ide-ide Kerajaan Surga untuk memajukan kota tersebut.
Kalau Tuhan menaruh kegelisahan di hatimu tentang pentingnya literasi finansial, atau tentang pentingnya wadah pertumbuhan untuk anak muda dan remaja di lingkunganmu, itu bukan supaya kamu sekadar mengkritik. Kegelisahan itu adalah "sinyal" dari Bapa bahwa kamulah orang yang Dia tunjuk untuk membereskannya.
Seorang ahli waris punya akses pada hikmat Bapa.
Saat kamu membuat acara yang mengedukasi orang lain, saat kamu meriset cara terbaik untuk mengangkat potensi daerahmu, atau saat kamu mendesain sistem dan aplikasi yang membantu generasi muda bertumbuh, kamu sedang membumikan kasih Tuhan. Kamu sedang menggunakan "harta warisanmu" (kepintaran, kreativitas, dan waktumu) untuk memberkati rumahmu.
Jangan tunggu orang lain bergerak. Bapamu adalah Sang Arsitek Agung, dan Dia ingin kamu ikut serta membangun tempat di mana kakimu berpijak hari ini.
💌 Surat Kecil dari Bapa
(Bayangkan Bapa berdiri bersamamu di tempat yang tinggi, memandang ke arah lampu-lampu kotamu dan wajah teman-teman komunitasmu)
"Anak-Ku, Aku sengaja menempatkanmu di sana.
Aku memberikanmu mata yang jeli untuk melihat apa yang kurang, bukan supaya kamu menjadi hakim yang sinis, tapi supaya kamu menjadi pembawa perubahan.
Aku menitipkan lingkungan ini di tanganmu. Gunakanlah bakat yang sudah Kuberikan itu.
Gunakanlah idemu untuk menghubungkan orang-orang. Gunakanlah karyamu untuk membuat sekitarmu menjadi tempat yang lebih baik, lebih cerdas, dan lebih saling mengasihi.
Jangan merasa dirimu terlalu kecil atau masih terlalu muda untuk membuat dampak. Engkau membawa nama-Ku. Berjalanlah dengan otoritas itu, dan usahakanlah yang terbaik bagi tempat di mana Aku menanammu hari ini. Aku akan memberkatimu dengan gagasan-gagasan yang melampaui usiamu."
🔥 Langkah Kecil Hari Ini
Hari ini kita mau berhenti menjadi komentator dan mulai menjadi pembawa solusi.
1. Ubah Kritik Menjadi Doa:
Ingat satu hal yang paling sering kamu keluhkan tentang kotamu, lingkungan kerjamu, atau komunitasmu. Hari ini, berhentilah mengeluhkannya. Berdoalah: "Bapa, berkati tempat ini. Berikan kesejahteraan bagi kota ini."
2. Tawarkan Bantuan Nyata:
Apa satu skill atau bakat yang kamu punya (mungkin desain, menulis, riset, atau mengorganisir acara)? Tanyakan pada dirimu: "Gimana ya caranya skill ini bisa aku pakai secara gratis untuk ngebantu pertumbuhan komunitas atau orang di sekitarku minggu ini?"
3. Tanamkan Rasa Memiliki (Ownership):
Berjalanlah hari ini dengan postur tubuh seseorang yang "memiliki" tempat ini. Sapalah orang dengan ramah, buanglah sampah pada tempatnya, dan kerjakan tugasmu seolah-olah kamu sedang membangun rumahmu sendiri.
🙏 Doa: Bapa, ampuni aku kalau selama ini aku lebih sering mengeluh daripada mendoakan lingkungan sekitarku. Aku sering lupa bahwa Engkau menempatkanku di sini untuk sebuah alasan. Hari ini, aku menerima tanggung jawabku sebagai ahli waris-Mu. Pakailah tanganku, pikiranku, dan karyaku untuk membawa kesejahteraan bagi tempat ini. Biarlah melalui apa yang aku kerjakan, orang-orang bisa melihat betapa baiknya Bapaku yang di surga. Amin.